Senyawa disusun oleh kation dan anion, untuk
menentukan jenis dari suatu zat atau senyawa tunggal secara sederhana dapat
dilakukan dengan menganalisa jenis kation dan jenis anionya, yaitu dengan
mereaksikan ion – ion terhadap pereaksi tertentu. Anion adalah suatu atom atau molekul yang
bermuatan negative contohnya : atom ( atom halogen). Molekul (SO42-,
PO43- dan CH3COO-) sedangkan kation
merupakan atom atau molekul yang bernuatan positif contohnya : atom (Na+,
Fe2+), molekul (NH4+).
Banyak
reaksi yang sama dan hamper sama dari satu ion dengan yang lainnya, tetapi
salah satu reaksinya akan berbeda karena tiap ion mempunyai reaksi kimia
spesifik.
Contoh :
1. Kation Ag+ dan Pb+ keduanya
bereaksi dengan Cl- membentuk endapan putih AgCl dan PbCl2
untuk memebedakannya, keduanya dipanaskan maka AgCl tetap mengendap
sedangkan PbCl2 akan larut.
2. Anion SO42- dan CO32- bereksi dengan Ba2+
membentuk endapan putih untuk memebedakan ditambahkan HNO3 (asam
nitrat) maka endapan BaCl3 akan larut disertai dengan gelembung gas
dari CO2 sedangkan endapan Ba SO4 tetap.
Dalam analisa
kualitatif ada 2 macam tes / uji yaitu reaksi kering dan basah. Reaksi kering
digunakan untuk zat padat dan raksi basah untuk laritan. Namun pda umumnya
analisa kualitatif dalam bentuk larutan.
Secara sistematik tahap analisa, kualitatif ada dua tahap yaitu :
1.
Ui
Pendahuluan untuk
mempersempit wilayah
a. Organoleptis
( bentuk, warna, rasa, bau)
b. Sifat fisk ( kelarutan, keasaman, sublimasi)
c. Uji warna nyala
d. Mikroskopis
2. Uji Pemastian
PENJELASAN
A. Organoleptis
·
Bentuk
Solid
-
Kristal (NaCl,
bunga salju, gula, menthol, champora )
-
hablur (as. Benzoate, acid salisyl, as sitrat)
-
granul (calcii
gluconas, cetyl alkohol)
-
Amorf
-
Serbuk halus dan
kasar ( rata – rata senyawa kimia serbuk contoh : iodoform, belerang,
rifampisin)
Semi
solid
-
Vaselin
-
Adeps lanae
berikut beberapa definisi sediaan farmasi
semisolid
-
Unguenta
: sediaan yang mempunyai konsistensi seperti mentega, tidak mencair pada suhu biasa tetapi mudah
dioleskan tanpa memakai tenaga.
-
Cream : sediaan yang banyak mengandung air,
mudah diserap kulit. Suatu tipe yang dapat dicuci dengan air
-
Pasta : sediaan yang mengandung lebih dari 50% zat
padat (serbuk). Suatu sediaan tebal karena
merupakan penutup atau pelindung bagian kulit yang diberi
-
Cerata :
sediaan yang mengandung lemak
presentase lilin tinggi (waxes), sehingga konsistensinya lebih keras.
-
Gell :
sediaan yang umumnya agak cair dengan
mengandung sedikit atau tanpa lilin. Digunakan terutama pada membrane mukosa
sebagai pelicin atau sebagai basis.
Biasanya terdiri dari campuran sederhana minyak dan lemak dengan titik lebur
yang rendah.
-
Linimentum: Balsem
Liquid
Berikut beberapa definisi sediaan farmasi
liquid :
-
infusa :
sediaan cair yang dibuat dengan
mengekstraksi simplisia nabati dngan air pada suhu 90o selama 15
menit
-
injeksi :
sediaan steril untuk kegunaan
parenteral (dibawah kulit atau selaput lendir)
-
irigasi :
larutan steril yang dugunakan untuk
mencuci atau membersihkan luka terbuk atau rongga – rongga tubuh,
penggunaaannya secara topical
-
solution : sediaan cair yang mengandung satu atau lebih
zat kimia yang terlarut terbagi atas :
a. larutan oral : obat minum terbagi atas ;
o
syrup :
mengandung gula kadar tinggi
o
elixir :
mengandung etanol sebagai pelarut
o
suspensi :
sediaan farmasi yang mengandung satu atau lebih sediaan tidak padat dalam
larutan yang terdispersi merata kedalam cairan
o
emulsi : sediaan
farmasi yang terdiri dari fase a/m atau m/a yg tidak menyatu dan disatukan oleh
suatu emulgator
b. larutan topical : penggunaan pada kulit atau
mukosa
c. larutan otik : sediaan cair untuk penggunaan
dalam telinga
d. larutan ophtalmik : digunakan pada mata
e. spirit : mengandung etanol atau hidroalkohol
dari zat yang mudah menguap.
f.
Tingtur :
mengandung etanol atau hidroalkohol dibuat dari bahan tumbuhan atau senyawa
kimia
·
Warna
Merah
:Pb3O4, As2S2, HgO, HgI2, HgS,
Sb3S3,CrO3, K3Fe(CN)3, CrO72-
Ungu : Prmanganat ( MnO4-) dan garam cobalt
terhidratasi
Kemerah
– merahan : garam – garam mangan
Kuning : Cds, As2S2, SnS2, PbI2, K4Fe(CN)6,CrO42-,
FeCl3, Fe(NO3)3
Hijau
: Cr2O3, HgI2, Cr(OH)3, garam – garam
ferro, Nikel dan Cu
Biru : garam – garam CO anhidrid,, Kupri
·
Rasa
·
Bau
B. Sifat fisik
·
Kelarutan
Kelarutan
adalah jumlah yang diperlukan untuk
melarutkan 1 bagian zat. Kelarutan biasanya berupa perbandingan antara zat yang
akan dilarutkan dengan jumlah pelarut. Berikut istlah – istilah kelarutan yang
etrcantum dalam farmakope Indonesia :
Sangat
mudah larut : < 1
Mudah
larut : 1-10
Larut : 10-30
Agak
sukar larut : 30-100
Sukar
larut :100-1000
Sangat
sukar larut :1000-10.000
Praktis
tidak larut : > 10.000 (FI Ed IV)
·
Keasaman
·
Sublimasi
Sublimasi adalah prubahan bentuk zat dari
padat ke gas. Perubahan wujud tersebut dimiliki oleh yodium, kamfer, naftalen
dan belerang.Zat padat pada umumnya mempunyai bentuk kristal tertentu: Kubus,
heksagonal, rombik, monoklin dan sebagainya. Unsur belerang dalam suhu biasa
berwarna kuning dengan bentuk kristal rombik. Jika belerang rombik dipanaskan
sampai 96° bentuk kristalnya berubah menjadi monoklin. Jika belerang cair
didinginkan tiba-tiba pada 119° terjadi pula bentuk kristal monoklin (seperti
bentuk jarum).
Pada pendinginan lebih lanjut sampai 96°
terjadi bentuk rombik. Suhu 96° adalah suhu peralihan. Peristiwa ini disebut
alotropi ialah satu macam zat dalam keadaan berlainan mempunyai sifat fisik
yang berbeda.
C.
Uji warna nyala
Sample dibakar pada nyala api oksidasi yaitu dengan mencelupkan
kawat nikel crom kedlam larutan kemudian dibakar, maka setiap usur akan
berwarna nyala yang khas. Warna tersebut terjadi karena eksitasi elektron oleh
panas.
eksitasi
elektron adalah perpindahan electron
dari orbital bernenergi lebih rendah ke orbital yang berenergi lebih tinggi,
yang merupakan reaksi yang non-spontan (dibutuhkan "driving force"
untuk menyebabkan sebuah elektron tereksitasi, misalnya pemanasan oleh
pembakaran ataupun ekposur terhadap sinar matahari). Anggap saja jumlah energi
yang diperlukan untuk mengeksitasi elektron tersebut adalah sejumlah X kJ. Nah,
pada saat elektron yang tereksitasi ingin kembali ke orbital asalnya (yang
memiliki energi lebih rendah), energi sejumlah X kJ itu dilepaskan kembali. Nah,energi
yang dilepaskan ini berada dalam bentuk photon (cahaya), yang panjang
gelombangnya berada di range "visible" (warna yang dapat dilihat mata
manusia). Itulah sebabnya sebuah warna akan berpendar dari zat tersebut,
Berikut warna nyala yang
dihasilkan suatu beberapa zat kimia yang diberikan nyala api :
Na
: kuning emas
K : Violet
Li : Merah
Ca : Merah atau kuning
Sr : merah darah
Br :
merah carmin
Ba : kuning atau hijau
Cu : Hijau
PbCl3,Sb,
As, Bi : Biru pucat
D. Mikroskopis
Kristal adalah
suatu padatan yang atom, molekul, atau ion penyusunnya
terkemas secara teratur dan polanya berulang
melebar secara tiga dimensi. Zat padat pada umumnya mempunyai bentuk kristal
tertentu: Kubus, heksagonal, rombik, monoklin dan sebagainya. Berikut beberapa bentuk Kristal mikroskopis zat
kimia :
1. Belerang
: Kristal rombik
2. Grafit, menthol : Kristal
hexagonal
3. Silicon dioksid : Kristal
Quartz
v Pelarut yang
sering digunakan dalam analisa kualitatif selain air
-
Kloroform
-
Asam sulfat
-
Amil alcohol
-
Asam sulfat
-
Golongan alcohol
-
Aseton
-
Benzene
-
Kalium sianida
-
eter