Kamis, 19 Juni 2014

ANALISIS KUALITATIF ANION DAN KATION



Senyawa disusun oleh kation dan anion, untuk menentukan jenis dari suatu zat atau senyawa tunggal secara sederhana dapat dilakukan dengan menganalisa jenis kation dan jenis anionya, yaitu dengan mereaksikan ion – ion terhadap pereaksi tertentu.  Anion adalah suatu atom atau molekul yang bermuatan negative contohnya : atom ( atom halogen). Molekul (SO42-, PO43- dan CH3COO-) sedangkan kation merupakan atom atau molekul yang bernuatan positif contohnya : atom (Na+, Fe2+), molekul (NH4+).
            Banyak reaksi yang sama dan hamper sama dari satu ion dengan yang lainnya, tetapi salah satu reaksinya akan berbeda karena tiap ion mempunyai reaksi kimia spesifik.
Contoh :
1.      Kation Ag+ dan Pb+ keduanya bereaksi dengan Cl- membentuk endapan putih AgCl dan PbCl2 untuk memebedakannya, keduanya dipanaskan maka AgCl tetap mengendap sedangkan  PbCl2 akan larut.
2.      Anion SO42- dan  CO32- bereksi dengan Ba2+ membentuk endapan putih untuk memebedakan ditambahkan HNO3 (asam nitrat) maka endapan BaCl3 akan larut disertai dengan gelembung gas dari CO2 sedangkan endapan Ba SO4 tetap.
Dalam analisa kualitatif ada 2 macam tes / uji yaitu reaksi kering dan basah. Reaksi kering digunakan untuk zat padat dan raksi basah untuk laritan. Namun pda umumnya analisa kualitatif dalam bentuk larutan.
Secara sistematik tahap analisa,  kualitatif  ada dua tahap yaitu :
1.      Ui Pendahuluan                     untuk mempersempit wilayah
a.      Organoleptis  ( bentuk, warna, rasa, bau)
b.      Sifat fisk ( kelarutan, keasaman, sublimasi)
c.       Uji warna nyala
d.      Mikroskopis
2.      Uji Pemastian
PENJELASAN
A.      Organoleptis
·         Bentuk
Solid
-          Kristal (NaCl, bunga salju, gula, menthol, champora )
-          hablur  (as. Benzoate, acid salisyl, as sitrat)
-          granul (calcii gluconas, cetyl alkohol)
-          Amorf
-          Serbuk halus dan kasar ( rata – rata senyawa kimia serbuk contoh : iodoform, belerang, rifampisin)
Semi solid
-          Vaselin
-          Adeps lanae
berikut beberapa definisi sediaan farmasi semisolid
-          Unguenta : sediaan yang mempunyai konsistensi seperti mentega, tidak    mencair pada suhu biasa tetapi mudah dioleskan tanpa memakai tenaga.   
-          Cream       : sediaan yang banyak mengandung air, mudah diserap kulit. Suatu tipe yang dapat dicuci dengan air
-          Pasta         : sediaan yang mengandung lebih dari 50% zat padat (serbuk). Suatu sediaan  tebal karena merupakan penutup atau pelindung bagian kulit yang diberi
-          Cerata       : sediaan yang mengandung lemak presentase lilin tinggi (waxes), sehingga konsistensinya lebih keras.
-          Gell            : sediaan yang umumnya agak cair dengan mengandung sedikit atau tanpa lilin. Digunakan terutama pada membrane mukosa sebagai pelicin atau sebagai  basis. Biasanya terdiri dari campuran sederhana minyak dan lemak dengan titik lebur yang rendah.
-          Linimentum:  Balsem
Liquid
Berikut beberapa definisi sediaan farmasi liquid :
-          infusa        : sediaan cair yang dibuat dengan mengekstraksi simplisia nabati dngan air pada suhu 90o selama 15 menit
-          injeksi       : sediaan steril untuk kegunaan parenteral (dibawah kulit atau selaput lendir)
-          irigasi        : larutan steril yang dugunakan untuk mencuci atau membersihkan luka terbuk atau rongga – rongga tubuh, penggunaaannya secara topical
-          solution    : sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang terlarut terbagi atas :
a.      larutan oral : obat minum terbagi atas ;
o   syrup : mengandung gula kadar tinggi
o   elixir : mengandung etanol sebagai pelarut
o   suspensi : sediaan farmasi yang mengandung satu atau lebih sediaan tidak padat dalam larutan yang terdispersi merata kedalam cairan
o   emulsi : sediaan farmasi yang terdiri dari fase a/m atau m/a yg tidak menyatu dan disatukan oleh suatu emulgator
b.      larutan topical : penggunaan pada kulit atau mukosa
c.       larutan otik : sediaan cair untuk penggunaan dalam telinga
d.      larutan ophtalmik : digunakan pada mata
e.      spirit : mengandung etanol atau hidroalkohol dari zat yang mudah menguap.
f.        Tingtur : mengandung etanol atau hidroalkohol dibuat dari bahan tumbuhan atau senyawa kimia
·         Warna
Merah             :Pb3O4, As2S2, HgO, HgI2, HgS, Sb3S3,CrO3, K3Fe(CN)3, CrO72-
Ungu    : Prmanganat ( MnO4-) dan garam cobalt terhidratasi
Kemerah – merahan : garam – garam mangan
Kuning : Cds, As2S2, SnS2, PbI2, K4Fe(CN)6,CrO42-, FeCl3, Fe(NO3)3
Hijau    : Cr2O3, HgI2, Cr(OH)3, garam – garam ferro, Nikel dan Cu
Biru     : garam – garam CO anhidrid,, Kupri
·         Rasa
·         Bau
B.      Sifat fisik
·         Kelarutan
Kelarutan adalah jumlah yang diperlukan  untuk melarutkan 1 bagian zat. Kelarutan biasanya berupa perbandingan antara zat yang akan dilarutkan dengan jumlah pelarut. Berikut istlah – istilah kelarutan yang etrcantum dalam farmakope Indonesia :
Sangat mudah larut    : < 1
Mudah larut                : 1-10
Larut                            : 10-30
Agak sukar larut          : 30-100
Sukar larut                  :100-1000
Sangat sukar larut       :1000-10.000
Praktis tidak larut       : > 10.000 (FI Ed IV)
·         Keasaman
·         Sublimasi
Sublimasi adalah prubahan bentuk zat dari padat ke gas. Perubahan wujud tersebut dimiliki oleh yodium, kamfer, naftalen dan belerang.Zat padat pada umumnya mempunyai bentuk kristal tertentu: Kubus, heksagonal, rombik, monoklin dan sebagainya. Unsur belerang dalam suhu biasa berwarna kuning dengan bentuk kristal rombik. Jika belerang rombik dipanaskan sampai 96° bentuk kristalnya berubah menjadi monoklin. Jika belerang cair didinginkan tiba-tiba pada 119° terjadi pula bentuk kristal monoklin (seperti bentuk jarum).
Pada pendinginan lebih lanjut sampai 96° terjadi bentuk rombik. Suhu 96° adalah suhu peralihan. Peristiwa ini disebut alotropi ialah satu macam zat dalam keadaan berlainan mempunyai sifat fisik yang berbeda.

C.      Uji warna nyala
Sample dibakar pada nyala api oksidasi yaitu dengan mencelupkan kawat nikel crom kedlam larutan kemudian dibakar, maka setiap usur akan berwarna nyala yang khas. Warna tersebut terjadi karena eksitasi elektron oleh panas.
 eksitasi elektron adalah  perpindahan electron dari orbital bernenergi lebih rendah ke orbital yang berenergi lebih tinggi, yang merupakan reaksi yang non-spontan (dibutuhkan "driving force" untuk menyebabkan sebuah elektron tereksitasi, misalnya pemanasan oleh pembakaran ataupun ekposur terhadap sinar matahari). Anggap saja jumlah energi yang diperlukan untuk mengeksitasi elektron tersebut adalah sejumlah X kJ. Nah, pada saat elektron yang tereksitasi ingin kembali ke orbital asalnya (yang memiliki energi lebih rendah), energi sejumlah X kJ itu dilepaskan kembali. Nah,energi yang dilepaskan ini berada dalam bentuk photon (cahaya), yang panjang gelombangnya berada di range "visible" (warna yang dapat dilihat mata manusia). Itulah sebabnya sebuah warna akan berpendar dari zat tersebut,
Berikut warna nyala yang dihasilkan suatu beberapa zat kimia yang diberikan nyala api :
Na          : kuning emas
K             : Violet
Li             : Merah
Ca           : Merah atau kuning
Sr            : merah darah
Br            :  merah carmin
Ba           : kuning atau hijau
Cu           : Hijau
PbCl3,Sb, As, Bi : Biru pucat        

D.      Mikroskopis
Kristal adalah suatu padatan yang atom, molekul, atau ion penyusunnya
terkemas secara teratur dan polanya berulang melebar secara tiga dimensi. Zat padat pada umumnya mempunyai bentuk kristal tertentu: Kubus, heksagonal, rombik, monoklin dan sebagainya. Berikut beberapa bentuk Kristal mikroskopis zat kimia :
1.      Belerang                           : Kristal rombik
2.      Grafit, menthol                 : Kristal hexagonal
3.      Silicon dioksid                   : Kristal Quartz

v  Pelarut yang sering digunakan dalam analisa kualitatif selain air
-          Kloroform
-          Asam sulfat
-          Amil alcohol
-          Asam sulfat
-          Golongan alcohol
-          Aseton
-          Benzene
-          Kalium sianida
-          eter

Tidak ada komentar:

Posting Komentar